Senin, 16 Maret 2020

Ayam Kecap
 resep by ibu mertua

Bahan dan Bumbu :
  • 1 ekor ayam
  • 7 buah bawang putih 
  • 2 buah bawang merah
  • 3 sdm kecap manis
  • 1 sdt gula merah
  • 1 sdt kaldu jamur
  • blackpepper secukupnya
  • garam secukupnya
Cara Pembuatannya :
  1. Ayam di cuci bersih dan lumuri dengan perasan jeruk nipis dan garam, diamkan selama 30 menit.
  2. Haluskan Bawang merah dan bawang putih (bumbu halus)
  3. Tumis  bumbu halus hingga wangi.
  4. Setelah wangi, masukkan ayam yang sudah di cuci dari jeruk nipis tadi. Tumis sampe ayam berubah warna, masukkan garam, kaldu jamur dan blackpepper, aduk rata, kemudian  masukkan air sedikit saja, karena nanti ayam akan mengeluarkan air juga.
  5. Masak sampai 1 jam dengan api kecil.
  6. 25 menit sebelum  dimatikan, masukkan gula merah dan kecap manis, aduk dengan rata.
  7. Setelah 1 jam, matikan kompor.
  8. Siap disajikan dan dimakan dengan nasi panas.
  9. Selamat menikmati.
Ayam Kalasan
 resep by ibu mertua

Bahan dan Bumbu :
  • 1 ekor ayam
  • 5 buah bawang merah
  • 5 buah bawang putih 
  • 1 sdt ketumbar
  • 2 lmbr daun salam
  • 1 btg batang serei
  • 1 kuas jahe
  • 2 sdm gula merah
  • 1 sdt kaldu jamur
  • blackpepper secukupnya
  • garam secukupnya
Cara Pembuatannya :
  1. Ayam di cuci bersih dan lumuri dengan perasan jeruk nipis dan garam, diamkan selama 30 menit.
  2. Haluskan Bawang merah, bawang putih dan ketumbar. (bumbu halus)
  3. Tumis  bumbu halus beserta daun salam, jahe dan batang serei.
  4. Setelah wangi, masukkan ayam yang sudah di cuci dari jeruk nipis tadi. Tumis sampe ayam berubah warna, masukkan garam, kaldu jamur dan blackpepper, aduk rata, kemudian  masukkan air sedikit saja, karena nanti ayam akan mengeluarkan air juga.
  5. Masak sampai 1 jam dengan api kecil.
  6. 15 menit sebelum  dimatikan, masukkan gula merah, aduk dengan rata.
  7. Setelah 1 jam, matikan kompor.
  8. Goreng ayam yang sudah di masak sampai kecolatan dengan api kecil, karena dia pakai gula merah, jadi gampang gosong.
  9. Siap disajikan dan dimakan dengan nasi panas.
  10. Selamat menikmati

Minggu, 15 Maret 2020

Hamil anak kedua

Yap, kini saya hamil lagi. Diluar planning, tapi tetap di syukuri, berarti Allah SWT masih percaya kepada kami untuk menjaga amanah Nya lagi. Kalau tetangga bilang, "ya wajarlah, wong g pake KB". hahhahha..mau gmn, abis takut pasang KB. Akhirnya, jadi deh calon debay kedua..Alhamdulillah pas gia sudah masuk usia 2 tahun nanti lahirnya.

Saya tau hamil akhir bulan April 2015, entah kenapa saya sudah curiga kayaknya hamil nih, karena koq 2 bulan ini g pernah absen sholat yah. Cek to Ricek, ternyata benar. Karena sdh pernah hamil pertama, jadi g langsung ke Spog. Santai aj, soalnya pasti dibilang "masih kecil, belum keliatan, balik lagi 2 minggu dari sekarang" Malas antri antri di RS, tunggu aja sampai 3w sesudah testpack. (Buat yang baru baru hamil, jangan ditiru yah. Harusnya sih dicek, biar tau berapa weeks nya)

2 bulan pertama kehamilan berjalan lancar, it's All right. Malah dipuji-puji sama suami karena g semabok waktu hamil Gia. Maklum hamil gia itu sempat bikin mewek2 di bulan pertama hami. Secara adanya fleks dan dikatakan kemungkinan keguguran. Jadi saya dikasih obat dari bawah dan bedrest 14hari, well lumayan bosan booo dikosan, secara tinggal di Bali tanpa ada saudara sekitar situ. Alhamdulillah, my mom came to help me. Terima Kasih mami ku sayang, i love u.

loh? Koq jadi cerita kehamilan pertama, hehhe..ini cuma sebagai compare pada hamil pertama. Alhamdulillah gadis kecil kami yang pertama berkembang dalam janin ibunya, dan tumbuh sehat sampai sekarang.

Baru sebentar dipuji, bsknya mabok berat. Migran, muntah-muntah dan lemes. Ngebayangin gia sapa yang urus kalo siang hari, secara bapaknya kerja dari pagi sampai malam dan  saya lagi mabok mabok nya. Pernah yang sampai saya telp suami yang sudah otw ke kantor buat balik lagi dan ngurus kita berdua dulu. Digotonglah kita ke RS Permata Jonggol untuk dicek. Alhamdulillah tidak apa-apa, mungkin efek kecapean dan stress.

Ya kalo boleh jujur, ngurus anak yang lagi aktif aktif nya sambil hamil itu lumayan ngurus tenaga apalagi pake ngurus rumah. Akhirnya sejak kejadian itu, saya tinggal dirmh ibu saya. Jadi g ngurusin dapur dan bersih-bersih. Sangat membantu.

Dan sekarang, tepat 25 Agust 2015, usia kehamilan saya sudah mulai masuk 22w. Gerakan? sudah pasti berasa. Gluduk gluduk. Suka senyam senyum sendiri kalo ada yang gerak gerak diperut. Dan si gadis kecil kami, selalu excited bilang sama abang Neno (keponakan yang tinggal serumah dengan ibu saya) "Adek Gia ini, sambil nunjuk perut mamanya"

Mungkin bisa dibilang, yang paling sering ngelus perut saya adalah Gia, setiap tidur pasti yang dicari adalah perut saya sambil di elus-elus. Bagi saya gia itu seperti perawat kecil, Gia selalu mengingatkan ibunya minum obat. (secara saya pelupa soal obat, awal-awal hamil aj saya cuma minum 10 dari 30 hari yg dikasih spognya).

Hal yang paling senang saya dengar
" Mama minum obat ya"
"Gia aj yang ambilin" (buka laci, lalu diambil dan dibuka dari plastiknya dan kasih ke saya".
"pakai minum gia aj yah"
"mama batuk (mual sbnrnya, gia awal-awal bilang itu namanya batuk) ya"
kalo sudah mual-mual nanti bilangnya "Adek gia lapar ya"

lucu dengar celotehnya.
Kalau lagi dijalan dan macet , saya biasanya mual-mual dan muntah. Gia yang tadinya ribet dalam mobil  langsung diem dan mukanya langsung kacian melihat kondisi saya. Dan tersenyum lembut seperti menyemangati saya dan langsung anteng , malah minta peluk dan tidur. So Sweet, itu bagian yang selalu saya merasa bersyukur karena gia usia 2 tahun sudah mengerti kondisi ibunya.

Tapi ada juga masa dimana Manjanya g ketulungan. Kalau orang bilang, namanya juga mau punya adek jadi manja sama ibunya. Dan itu bener, pas masuk 19w kehamilan saya, saya merasakannya begitu. Gia selalu minta gendong. Yang biasanya naik tangga sendiri ke atas, sekarang selalu minta gendong. Hamil udh mulai gede, gendong anak 2 tahun dari lantai 1 ke lantai 3, ngos ngosannya berasa banget. Alhamdulillah debay kedua ini kuat dan pengertian. Spognya juga bilang, aman gendong anak meski sudah besar, secara ada air ketuban yang ngebatasi tekanan ketika gendong. Tidur pun kadang-kadang ditimang dulu. Bapaknya lagi sibuk thesis di kehamilan kedua ini, jadi selalu pulang malam dan g bs timang-timang gia. Gpp g dibantu papa dulu buat timang-timang, yang penting lulus sebelum anak lahir aj. =P..




Soto Ayam Kuah Bening Special

 

Bahan dan Bumbu
  • 500 gr Ayam  (1/2 ekor ayam)
  • 10 Siung Bawang Putih 
  • 5 Siung Bawang Merah 
  • 3 Butir Kemiri 
  • 1 Ruas Jari kunyit 
  • 1 Ruas Jari Lengkuas 
  • 1 Ruas Jari Jahe
  • 1 Sdt Ketumbar 
  • 1 Sdt Lada (saya pakai Blackpepper)
  • 2 Lembar Daun Salam (saya pakai yang besar)
  • 1 Batang Sereh  yang besar
  • 7 Lembar Daun Jeruk 
  • 1 sdt Kaldu Jamur
  • 5 sdt garam 
  • 2,5 L Air 
Bahan Pelengkap 
  • Daun Seledri Secukupnya 
  • Kol/Kubis Secukupnya
  • Toge
  • Cabai Rawit Untuk Sambal secukupnya 
  • Mie Soon Secukupnya 
  • Jeruk Nipis Secukupnya 
  • Telur Rebus
 Cara Pembuatan :
  1. Goreng bawang merah, bawang putih dan kemiri, kemudian setelah berwarna kekuningan , angkat dan haluskan bersama kunyit, jahe, ketumbar dan lada. (bumbu halus)
  2. Tumis bumbu halus  masukkan daun jeruk , daun salam , geprekan lengkuas dan batang sereh. Tumis sampai wangi dan berwarna kecoklatan, aduk terus biar tidak gosong.
  3. Panaskan air , tidak perlu menunggu panas, langsung masukan bumbu halus dan ayamnya. Masak dengan api kecil , kurleb 1,5-2 jam. 
  4. 30 menit sebelum matikan kompor masukan kaldu jamur dan garam
  5. Sambil menunggu kuah soto mateng, siapkan bahan pelengkap dimangkok.
  6. Setelah matang kuahnya, siram diatas bahn pelengkap dan siap disajikan.
  7. Yummy..
  8. Selamat mencoba.